Kamis, 29 November 2012

Pengertian Kecerdasan Spiritual


            Kecerdasan adalah kemampuan seseorang dalam melakukan proses berfikir, mengambil keputusan, dan lain-lain.
            Kecerdasan merupakan anugerah terindah yang diberikan Tuhan kita (Allah swt) kepada kita. Dengan kecerdasan kita dapat berfikir, hal ini disebut akal pikiran. Jika kita tidak memiliki akal pikiran maka kita sama saja dengan hewan dan makhluk-makhluk ciptaan Allah swt yang lainnya. Karena hewan tidak punya akal pikiran, tapi punya insting.
            Kecerdasan secara umum dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
1.      IQ (Intellegence Qoutient)
IQ adalah keseluruhan kemampuan individu untuk berfikir danbertindak secara logis, terarah, sertamengelola dan menguasai lingkungansecara efektif (Marten Pali , 1993).
2.      EQ (Emotional Qoutient)
suatu kemampuan yang dapat mengerti emosi diri sendiri dan orang lain, serta mengetahui bagaimana emosi diri sendiri terekspresikan untuk meningkatkan maksimal etis sebagai kekuatan pribadi. (Steiner, 1997)
3.      SQ (Spiritual Qoutient)
Kecerdasan spiritual adalah sumber yang ilhami, menyemangati dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa batas waktu (Agus N. Germanto, 2001)

            Dalam tulisan ini, penulis akan memaparkan tentang ‘Kecerdasan Spiritual’. Seperti yang telah penulis cantumkan, kecerdasan spiritual menurut Agus N. Germanto adalah sumber yang mengilhami, menyemangati, dan mengikat diri seseorang kepada nilai-nilai kebenaran tanpa batas waktu.
           
Dalam masyarakat luas yang kita ketahui tentang kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang berkaitan dengan proses pengaturan pikiran jiwa seseorang dan biasanya berhubungan dengan Allah swt Sang Maha Pencipta.

Tanda-tanda seseorang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi adalah:
1.      Fleksibel
Orang ini dapat membawa diri dan mudah menyesuaikan diri dengan berbagai situasi yang dihadapi, tidak kaku atau memaksa kehendak .
2.      Kemampuan Refleksi Tinggi
Dia cenderung bertanya ‘mengapa” atau “bagaimana seandainya” sebagai kelanjutan “apa” dan “bagaimana”. Orang ini juga suka bertanya atau merenungkan hal-hal fundamental: dari mana asalnya manusia ini dan kemana arah hidup manusia; dari mana alam semesta ini; mengapa ada takdir dan nasih; dan sebagainya.
3.      Kesadaran diri dan lingkungan tinggi
Kesadaran diri tinggi berarti telah mengenal dirinya dengan sebaik-baiknya. Dia telah mampu mengendalikan dirinya.
4.      Kemampuan Kontemplasi Tinggi
merupakan kemampuan mendapat inspirasi dari berbagai hal; kemampuan menyampaikan nilai dan makna kepada orang lain(memberi inspirasi); mengamati berbagai hal untuk menarik hikmahnya atau mendapat inspirasi; memiliki kreatititas tinggi dan kemampuan inovasi yang berasal dari inspirasi yang di dapatnya.
5.      Berpikir Secara Holistik
Berpikir secara holistic berarti berpikir secara menyeluruh
6.      Berani Menghadapi dan Memanfaatkan Penderitaan
Segala yang terjadi pada diri kita, kita ambil sisi posotifnya. Dan dengan sisi positif yang kita ambil dari berbagai kejadian kita dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi.
7.      Berani Melawan Arus dan Tradisi.
Seseorang berani mengatakan tidak pada arus dan tradisi yang memang salah. Misalnya tradisi mendatangi dukun yang memiliki ilmu hitam saat mengalami sakit kronis (tidak bisa disembuhkan). Orang yang memiliki kecerdasan spiritual tinggi tidak akan melakukannya karena tradisi ini salah, dan memang seharusnya jika sakit kronis harus berobat dengan sungguh-sungguh ke tenaga yang yang paham betul dengan penyakit itu, misalnya dokter.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar